KENALI DIRI SEBELUM KAU KENALI DUNIA
9:10 20/12/2006
KENALI DIRI DULU,SEBELUM KAU KENALI DUNIA
Gimana sih caranya ? Apa iya sih seseorang ga kenal kenal ama dirinya sendiri ? Jawabnya BENAR,pada sebagian besar orang memang bisa terjadi bahkan BISA sampai seseorang ini mati,tetap tak bisa mengenali dirinya sendiri.
Lalu hidup seperti apa yang dia JALANI ? Ya,hidup dengan cara mengikuti tradisi atau pola hidup seseorang yang disadari atau tidak,jadi PANUTANnya.
Kita akan menyebutnya sebagai TRADISInya manusia hidup di dunia,ya begitu itu : lahir-balita(bermain)-kanak(bermain,sekolah)-remaja(sekolah,pacaran,kerja)-
dewasa(bekerja.menikah,beranak)-manula(nothing to do,hobian)mati.Nah,semua kegiatan itu ( dari lahir sampai mati ),
direncanakan atau pun tidak ( mengenal diri sendiri pun atau tidak ),akan tetap menghasilkan suatu KARYAAN (untuk hal BAIKnya),atau EKSESI (hal buruknya),bahkan bisa sampai GLOBALISASIAN. Kita akan ambil contoh dari seorang Einstein. Dia jenius yang menghasilkan reaksi atom,hasil baiknya bisa untuk menghasilkan sumber tenaga listrik,sedangkan hasil buruknya adalah meluluhlantakan Hiroshima-Nagasaki dengan efek panjang radioaktifnya.Singkatnya,suatu IDE yang kemudian diKARYAkan akan selalu mendampaki areal sekitarnya,langsung ataupun melalui mobilitasan. Tinggal bagaimana nanti individu per individu MENYERAPNYA….(*
Disinilah kegunaan IDEALISMEAN).
Semua usaha pemikiran,analisaan,penyimpulan suatu masalah atau keadaan,adalah semata untuk mencari perilaku TERBAIK bagi peri yang bersangkutan…dengan sebijaksana mungkin menyesuaikan pada KEUNIKAN per individuannya. (* semakin banyak masukan atau perbedaan akan makin MEMPERLUAS area sudut-pandang pemikiran itu sendiri ). Dan seyogyanya KONDISI ini janganlah menjadi satu alasan untuk menimbulkan persengketaan…tetapi justru sebaliknya…menjadi kekayaan ALTERNATIFAN untuk menyikapi suatu permasalahan.
…..
Buat apa sih kita LEBIH BAIK mengenal diri-sendiri sebelum kita berusaha mengenali orang lain di sekitaran kehidupan kita ?
Jawabnya, untuk membentuk suatu hubungan yang harmoni, mempersempit kemungkinan terjadinya pertikaian di antara individu dengan individu yang lainnya. Pertikaian yang seringkali timbul bukan membahas persoalan/perbedaan sudut-pandang yang sesungguhnya,tapi hanya picuan darinya dan justru menjadikan persoalan yang sebenarnya terselip dengan percikan2 api amarahan/ego yang muntah belaka.
Berikut contoh sederhananya :
Fanny dan Troy sudah berkomitmen untuk berpacaran selama 2 tahun belakangan ini. Selama 2 tahun berjalan,Fanny memendam satu keinginan yang TAKUT untuk disampaikan kepada Troy. Sebab menurut Fanny permintaannya TERASA seperti sebuah tuntutan buat Troy. Fanny ingin Troy berhenti merokok! Sindiran demi sindiran sering terlontarkan,tapi kekerasan hati Troy untuk membela HAKnya merokok,telah melunturkan niatan Fanny untuk melarangnya,Fanny hanya bisa memendam diam2. Pada kondisi ini,Fanny jadi MERASA harus mengalah.Di titik ini Fanny sudah mempunyai "bahan" penyerangan,apabila nanti mereka harus bertengkar…Biasanya,"bahan" ini akan segera keluar apabila Fanny merasa Troy mulai menuntut Fanny untuk tidak beli kosmetik yg berharga mahal..apalagi bila menggunakan kata2 sbb : sayang kan beli yg mahal2..mending ditabung…
Fanny pasti akan menggunakan "bahan" yg sudah dipunyainya tadi : PENOLAKAN Troy untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.
TOBE CONTINUED